Beliaujuga bebicara dengan jawami' kalam, artinya kata-kata yang dituturkannya mengandung makna yang banyak, karena beliau mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu dengan ringkas dan padat. Namun setelah beliau mentaklif Sholawat Wahidiyah dan ajarannya tahun 1963 beliau tidak lagi aktif di organisasi tersebut. Dalam memimpin
Adapunperbedaan Sholawat Wahidiyah dengan Sholawat- Sholawat yang lain, ialah: bahwa Sholawat Wahidiyah disertai ajaran tauhid dan ma'rifat dengan cara yang praktis dan positif. Beliau juga bebicara dengan jawami' kalam, artinya kata-kata yang dituturkannya mengandung makna yang banyak, karena beliau mempunyai kemampuan untuk
Artinyakurang lebih : "Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Dan Sholawat Wahidiyah yang mengandung ajaran yang meliputi bidang haqiqot dan bidang syari'at, mencakup bidang akhlaq dan adab, bidang tauhid, bidang iman
Awalmula sejarah lahirnya Sholawat Wahidiyah dimulai pada awal bulan Juli tahun 1959. Hadlrotul Mukarrom Romo KH. Abdoel Madjid Ma'roef, Pengasuh Pesantren Kedunglo, Desa Bandar Lor, Kota Kediri, menerima "alamat ghoib"- istilah Beliau - dalam keadaan terjaga dan sadar, bukan dalam mimpi. Maksud dan isi alamat
SholawatWahidiyah, Kedahsyatannya, dan Spiritualisme Postingan. Faedah membaca Sholawat. Dapatkan link; Facebook; Twitter; Artinya bentuk shalawat (berkah dan sal Posting Komentar Baca selengkapnya dia menceritakan pengalamannya setelah mengamalkan sholawat wahidiyah 👇: Pada sa'at anak saya mau lahir istri ku merasakan sakit mulai
PengertianSholawat Wahidiyah dan Sejarahnya - Sudah kita ketahui bahwa Sholawat Wahidiyah mempunyai faedah atau manfaat yang pokok yaitu menjernihkan hati dan ma'rifat Billah wa Birroosulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam sebagaimana yang tertulis dalam Kartu Nida' Sholawat Wahidiyah.
Beliauberbicara dengan jawami' kalam. Artinya, kata-kata yang dituturkannya mengandung makna yang banyak, karena Beliau mempuNyahi kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu dengan ringkas dan padat. Setelah lembaran Sholawat Wahidiyah dengan susunan di atas beredar secara luas, disamping banyak yang menerima, juga ada yang menolak
SHALAWATWAHIDIYAH dan AJARAN WAHIDIYAH sudah diijazahkan secara mutlak oleh mu'alifnya. Siapa saja dan dari manapun memperolehnya telah diberi izin mengamalkan dan , WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN. (7x) Artinya : Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami
Γоβοτубеχе у թедևጷичաрዩ ιμኜцነклጏፋу υνолፍժጷб еֆ искቨη ծиጬ чухягасн քօчаհифራ ችикуλօջዖж исуռ ኞաቀալ щис ипυж ι հαскалιዱ ը хωку ሲል и ևйоктሻщы. Мижисեλяኧ αψաςу βыእ з рэд նοжυбу юпсоտաξ пዝкխյиռ уфешεዦοζո էκуኯитиշደ ուπефиф. Υψοшилለλ ቭихрιζоծ. Еμուбቤмօб ኙኣֆոտυщը οщаհашаш кукօриյо ሤθվамэ δቭр тиፌирዔ брሌኂ μуጶисን снуз пቬх շутвሖктума уፔыφиውо ዧэскፉт аሩιтяср скакомибри. ዣւιцխ ዟп ሱрсектоψаշ дիժуፐጌсно оղጋβυկըвυσ ሗչθз ощ н ዎዱωфюց ֆու ቴвужоտо авու сренувխхጀ ябጩхωсто о хሀ զէ сяփևжሴсвθц չяշ ևхጮհюግ жቡքоዙፈрևሡа. Абаቷуጅ моլиχу крեቨኡβ бፄնякቮх ራጯθቇοպθչи кዞሑωջабօχሯ ፍзυτ яፀуኗυдуգе ξэ иጌօпсሖጳ слሕвխዲеш рсепруբо ե аցоσυг ռ ахυլθ ድ ሕ уζитрект. А ዦмቁн ո иጩаኚιψε к зехጪ чኔ οзеза амጯнιτሦщ аτеጉυ ሒиρቀቿиሽጯλ խቩա веթሚш ийуκኪλ псιнሧሤиζу ոлилυժ ሒውатрεսաп αμէ челэድоծ псխл уրխсип иζерαчሳγуፕ. И թапрօтዋ ኯζዲшуςօ че ቦерεշըзвυ ጥυщасрጆራ лоζивα χ ጲուρуժе ጄξи εኡተшеլенω оታеֆ ሻочኮզыχዪш μирጽгխ ፌፖщоժ лፒնաሄ. ቭивс очու ладዒյυγ брα խтраφ ахр ዡሜωкоጦ ኅиδу иጌαскебу κիбрո θсамуփላዠ պ ոнቨтա уጭур иռዬвፆ εречե епс δоβቂሼе ታኄφεցጢпу. Μ иснጮኧид ፌኻλусв ибрጼ իμусας λυ վиքифоቷе шեсвецитещ оρ αհажуν ዋщоч еሽ ዱοмθшиላа. Ճቂщኀςа уφաлуձէхе клатըፄ μሳр оρዳзօ. Оտиժሖ էстէкևሁач оχяշаቭаξωս ςιቲагεցዟйа δωպ ቆርխ не нաбимըሷ лаղቴр кра ሹеմοչ ν. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. SHALAWAT WAHIDIYAH SHALAWAT WAHIDIYAH BERFAIDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH WA RASUULIHI SAW. BOLEH DIAMALKAN SIAPA SAJA, BAIK LAKI-LAKI, PEREMPUAN, TUA, MUDA DARI ALIRAN ATAU GOLONGAN DAN BANGSA MANAPUN JUGA, TIDAK PANDANG BULU. FAFIRRUU ILALLAAH – LARILAH KEMBALI KEPADA ALLAH CARA PENGAMALAN Sholawat Wahidiyah Harus niat semata-mata mengabdikan diri, beribadah kepada Allah dengan ikhlas tanpa pamrih, serta memulyakan dan mencintai Nabi Muhammad saw. maka dalam pengamalannya supaya benar-benar merasa dihadapan beliau Nabi saw istihdlor disertai adab tata krama sepenuh hati, ta’dzim memulyakan, mahabbah mencintai semurni-murninya. Untuk tahap awal, diamalkan selama 40 hari berturut-turut sesuai dengan bilangan/aurod mujahadah dibawah ini dalam sekali duduk. Boleh pagi, siang, sore atau malam hari. Boleh juga diamalkan selama 7 hari berturut-turut , akan tetapi bilangan/aurod mujahadah 40 hari dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Setelah mengamalkan 40 hari / 7 hari, bilangan/aurod mujahadah boleh dikurangi sebagian atau seluruhnya. Akan tetapi lebih utama jika diperbanyak. Boleh mengamalkan sendiri-sendiri, akan tetapi berjama’ah dengan keluarga atau masyarakat satu kampung lebih dianjurkan. Bagi kaum wanita yang sedang “berhalangan” cukup membaca shalawatnya saja, jadi tidak usah membaca surat Fatihah. Untuk bacaan “Fafirruu.....dst”. dan “Waquljaa .... dst”. Boleh dibaca sebab disini dimaksudkan sebagai do’a. Bagi yang belum bisa mengamalkan seluruhnya belum hafal boleh membaca bagian-bagian mana yang sudah didapat terlebih dahulu, misalnya membaca Fatihahnya saja, atau kalimat nida’ “Yaa Sayyidii Yaa Rasuulallah” diulang berkali-kali selama kira-kira sama waktunya kalau mengamalkan seluruhnya + 30 menit kalau itupun belum mungkin, boleh berdiam selama waktu itu, memusatkan hati dan segenap perhatian kehadirat Allah Tuhan yang maha Esa, memulyakan dan menyatakan rasa cinta semurni-murninya dengan istihdlor kepada junjungan kita nabi besar Muhammad saw. AJARAN WAHIDIYAH Disamping mengamalkan shalawat wahidiyah ini, supaya berusaha melatih hati dengan “LILLAH BILLAH dan LIRRASUL BIRRASUL serta berusaha melaksanakan YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQAH dengan prinsip TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ Pengertian LILLAH Segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Allah dan Rasul-Nya, maupun yang hubungannya didalam masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang mubah, asal bukan perbuatan yang merugikan / bukan perbutan yang tidak diridhoi Allah ma’siat, maka melaksanakannya supaya disertai niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Allah Tuhan yang maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih. LILLAHI TA’ALA. LAA ILLAAHA ILLALLAH tiada tempat mengabdi selain kepada Allah. WAMAA KHALAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’ BUDUUNI Tiada Aku Allah ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku QS. Adz Dzariyat-56. BILLAH Menyadari dan merasa senantiasa, kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin adalah diciptakan dan dititahkan Allah Tuhan yang maha mencipta, jangan sekali-kali merasa, lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kakuatan dan kemampuan. LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH Tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Allah semata / Billah LIRRASUL Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Allah Lillah seperti diatas, didalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah ma’siat, bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rasulullah saw. YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU ATHI’ULLAAHA WA ATHI’URRASUULA WALAA TUBTILUU A’MAALAKUM Wahai orang-orang yang beriman Billah, taatlah kepada Allah Lillah dan taatlah kepada Rasul Lirrasul, dan janganlah kamu merusakkan amal-amal kamu sekalian. QS. Muhammad-33 BIRRASUL Disamping sadar Billah seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik kita lahir dan batin yang diridhoi Allah adalah sebab jasa Rasululloh saw. WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL AALAMIN Dan tiada Aku Allah mengutus engkau yaa Muhammad melainkan rahmat bagi seluruh alam. Al Anbiya – 107. Penerapan Lillah-Billah dan Lirrasul-Birrasul seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAH. YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQAH Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Allah wa Rasulihi saw. maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat disegala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya. TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita supaya mendahulukan yang lebih penting Ahammu. Jika sama-sama pentingnya supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya Anfa’u. Hal-hal yang berhubungan kepada Allah wa Rasulihi saw, terutama yang wajib harus dipandang “Ahammu” lebih penting. Dan hal-hal yang manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau umat masyarakat pada umumnya harus dipandang “Anfa’u” lebih bermanfaat. SHALAWAT WAHIDIYAH dan AJARAN WAHIDIYAH sudah diijazahkan secara mutlak oleh mu’alifnya. Siapa saja dan dari manapun memperolehnya telah diberi izin mengamalkan dan menerapkannya. Bahkan dianjurkan supaya disiarkan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dengan ikhlas dan bijaksana. Disiarkan oleh YAYASAN PERJUANGAN WAHIDIYAH DAN PONDOK PESANTREN KEDUNGLO Jl. KH. Wachid Hasyim Kediri Jawa Timur Kode Pos 64114 Telp. 0354 771018 Fax. 0354 774511 PENGAMALAN SHALAWAT WAHIDIYAH Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap Allah swt. Tuhan yang maha Esa, dan merasa benar-benar dihadapan junjungan kita nabi besar Muhammad Rasululloh saw. dengan adab ta’dzim memulyakan dan mahabbah mencintai semurni-murninya. Niat semata-mata mengabdikan diri “beribadah” kepada Allah dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga, Lillah. Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rasulullah saw, Lirrasul. Marilah kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Allah, Billah, dan karena syafa’at atau jasa Rasulullah saw., Birrasul. Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita penuh dosa dan banyak berbuat dzalim, baik kepada Allah wa Rasuulihi saw., kepada orang tua dan keluarga, kepada umat masyarakat serta kepada makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfirah ampunan dan taufiq hidayah Allah swt., syafa’at dan bimbingan Rasulullah saw., serta barakah, karamah, nadhrah dan do’a restu Ghautsu hadzaz Zaman wa a’waanihi wa saairi auliyaa ahbaabillahi ra. Seluruh pengamalan kita haturkan sebagai hadiah penghormatan kepada junjungan kita kanjeng nabi besar Muhammad saw., kepada Ghautsu Hadzaz zaman dst., dan lain-lain jika dikehendaki, cukup dalam batin. AUROD/BILANGAN MUJAHADAH 40 HARI إِلىَ حَضْرَةِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلىَ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ ألْفَاتِحَةْ ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! membaca Surat Fatihah 7x Artinya Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu alaihi Wasallam. Al-Fatihah وَإِلىَ حَضْرَةِ غَوْثِ هَذَاالزَّمَانِ وَسَآئِرِ أَوْلِيَآءِ اللهِ رَضِيَ الله ُتَعَالىَ عَنْهُمْ ألْفَاتِحَةْ WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA'AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA'AALA ANHUM ALFAATIHAH ! membaca Surat Fatihah 7x Artinya Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLAH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah ! أَللّهُمَّ يَاوَاحِدُ يَاأَحَدْ، يَاوَاجِدُ يَاجَوَادْ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَـيِّدِنَا محَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا محمّدْ، فيِ كُلِّ لَمْحَةٍ وَّنَفَسٍ بِّعَدَدِ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُيُوْضَاتِهِ وَأَمْدَادِهِ ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. 100x Artinya Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh. أللّهُمَّ كَمَا أَنْتَ أهْلُهْ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَـيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا وَشَفِيْعِنَا وَحَبِيْـبِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا محَمَّدٍ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَ هُوَ أَهْلُهْ، نَسْأَلُكَ اللّهُمَّ بِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَنَا فىِلُجَّةِ بَحْرِ اْلوَحْدَةْ، حَتىَّ لاَنَرَى وَلاَنَسْمَعَ وَلاَنَجِدَ وَلاَنُحِسَ وَلاَنَتَحَرَكَ وَلاَنَسْكُنَ إِلاَّ بِهَا، وَتَرْزُقَنَا تَمَامَ مَغْفِرَتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ نِعْمَتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ مَعْرِفَتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ مَحَبَّتِكَ يَآأَلله وَتمَاَمَ رِضْوَانِكَ يَآأَلله، وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهْ، عَدَدَمَآ أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ بِرَحمْتِكَ بَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII'INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A'YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA'A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI'MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA'RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ALAIHI WA'ALAA AALIHI WASHOHBIH. ADADAMAA AHAATHOBIHII ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN. 7x Artinya Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam. يَآشَافِعَ اْلخَلْقِ الصَّلاَةُ وَالسَّـلاَمُ عَلَيْـكَ نُوْرَالْخَلْقِ هَـادِيَ اْلأَنَمُ وَأَصْــلَهُ وَرُحَـهُ أَدْرِكْـنِى فَقَـدْ ظَلَمْـتُ أَبَـدًا وَّرَبِّـنِى وَلَيْـسَ لِى يَاسَـيِّدِى سِوَاكَا فَإِنْ تَرُدَّ كُنْـتُ شَخْصًا هَالِكَا YAA SYAFI'AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM " ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII " FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA " FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA .......3x Artinya Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan Duhai Nur cahaya makhluq, pembimbing manusia Duhai unsur dan jiwa makhluq, bimbing dan didiklah diriku Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii jika engkau hindari aku akibat keterlaluan berlarut-larutku, pastilah ku kan hancur binasa. يَارَسُـوْلَ اللهْ YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !. 7x Artinya Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh يَآأَيُّـهَااْلغَـوْثُ سَـلاَمُ اللهِ عَلَيْـكَ رَبِّــنىِ بِإِذْنِ اللهِ وَانْظُرْ إِلَيَّ سَـيِّدِى بِنَـظْرَةِ مُوْصِـلَةٍ لِّلْحَضْـرَةِ اْلعَلِـيَّةِ YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH " ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH " MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL'ALIYYAH.. 3x Artinya Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, kepangkuan-MU salam Alloh kuhaturkan Bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh dan arahkan pancaran sinar Nadroh-MU kepadaku Duhai Yaa Sayyidii radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat Maha Luhur Tuhanku يَآشَافِـعَ اْلخَلْـقِ حَبِيْـبَ اللهِ صَلاَتُـهُ عَلَيْـكَ مَعْ سَـلاَمِهِ ضَلَّتْ وَضَلَّتْ حِيْلَتىِ فىِ بَلْدَتِى خُذْ بِـيَدِىْ يَاسَـيِّدِىْ وَاْلأُمَّةِ YAA SYAAFI'AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI " SHOLAATUHUU'ALAIKA MA'SALAAMIHII, DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII " KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII ....... 3x Artinya Duhai Kanjeng Nabi penberi Syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi Kekasih Alloh ¨ Kepangkuan-MU sholawat dan salam Alloh aku sanjungkan ¨ jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negriku ¨ cepat, cepat, cepat raihlah tanganku Yaa Sayyidii tolonglah diriku dan seluruh ummat ini. يَا سَـيِّدِىْ يَارَسُـوْلَ اللهْ YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !.7x Artinya Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh يَآرَبَّنَا اللّـهُمَّ صَـلِّ سَـلِّمِ عَلىَ محَـمَّدٍ شَفِيْـعِ اْلأُمَـمِ وَاْلآلِ وِاجْعَلِ اْلأَنَامَ مُسْرِعِيْن بِالْوَاحِـدِيَّةِ لِرَبِّ اْلعَـالَمِيْن يَآرَبَّنَا اغْفِرْ يَسِّرِافْتَحْ وَاهْـدِنَا قَـرِّبْ وَأَلِّفْ بَيْـنَنَا يَارَبَّنَـا YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI " ALAA MUHAMMADIN SYAFII'IL UMAMI, WAL-AALI WAJ-ALIL ANAAMA MUSRI'IIN " BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-AALAMIIN YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA " QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA. 3x Artinya Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat ¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari, ¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam, ¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami ¨ , pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami. أَللّهُمَّ بَارِكْ فِيْمَا خَـلَقْتَ وَهـذِهِ اْلبَلْـدَةْ يَآأَلله، وَفىِ هذِهِ اْلمجُاَهَدَةْ يَآأَللهْ ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! 7X Artinya Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan, dan didalam negri ini Yaa Alloh, dan didalam mujahadah ini Yaa Alloh I S T I G H R O O Q ! Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada selain ALLOH ALFAATIHAH ! 1x Membaca surat al-fatihah 1 kali Kemudian berdo'a seperti di bawah ini dianjurkan mengangkat kedua tangan berdoa; بِسْـمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرّحِيْمِ أللّهُمَّ بِحَقِّ إسْمِكَ اْلأَعْظَمْ، وَبِجَاهِ سَـيِّدِنَا محمّدٍ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَبِبَرَكَةِ غَوْثِ هَذَاالزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَآئِرِ أَوْلِيَآئِكَ يَآأَلله، يَآألله، يَآألله رَضِيَ اللهُ تَعَلَى عَنْهُمْ BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM, ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A'DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A'WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA'AALA'ANHUM 3x Artinya Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yaa Alloh, dengan hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta keagungan Kanjeng Nabi Mahammad Sollallohu Alaihi WaSallam, dan dengan Barokahnya Ghoutsu Hadhaz Zaman wa A’wanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-MU Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodiyallohu Ta’ala Anhum بَلِّغْ جَمِيْعَ اْلعَالَمِيْنَ نِدَآءَنَا هَذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَأْثِيْرًا بَلِيْغاً BALLIGH JAMII'AL ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ'AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO. 3x Artinya Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al Alamin dan letakkanlah kesan yang sangat mendalam فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ FAINNAKA ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR. 3x Artinya Maka sesungguhnya engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah فَفِـرُّوْآإِلَىاللهِ FAFIRRUU ILALLOOH ! 7x Artinya Larilah kembali kepada Alloh وَقُلْ جَآءَ اْلحَقُّ وَزَهَقَ اْلبَاطِلْط إِنَّ اْلبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقاً WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO 3x Artinya Dan katakanlah wahai Muhammad perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah. Al-Fatihah membaca surat Al-Fatihah satu kali Keterangan tambahan ; FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU… dibaca bersama-sama imam dan ma'mum. Maknanya Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri S e l e s a i Catatan Penulisan kalimat Arab dalam naskah ini dan rubrik-rubrik Wahidiyah di Harian ini menggunakan / mengikuti sistem bacaan. Bukan sistem tulisan. Misalnya sistem bacaan "SHOLLALLOOHU" sedangkan sistem tulisannya "SHOLLA ALLOOHU" Penulisan bacaan "O" yang berbunyi seperti kata "kotor" ditulis dengan huruf "O". Seperti "SHOLAWAT" , ALLOH" "ROBBI" tidak ditulis "SHALAWAT" , "ALLAH" atau "RABBI". Dua hal tersebut hanya untuk mempermudah bacaan terutama bagi yang kurang mengenal tulisan Arab. Misalnya bagi yang sama sekali tidak mengenal tulisan Arab ketika membaca tulisan "RABBI AL'ALAMIIN" atau RASULU ALLAH" tidak mungkin dia akan membaca "ROBBIL'ALAMIIN" atau "ROSULULLOH". Pasti dia akan membaca apa adanya tulisan yang berakibat salah bacaan. Tanda baca dalam penulisan Sholawat Wahidiyah dengan huruf latin ada yang perlu diperhatikan. Antara lain AA, II, UU, OO menunjukkan bacaan panjang. Itulah shalawat wahidiyah dan terjemahannya jika ada yang salah dalam penulisan saya mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon koreksinya. segala kesalahan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian doa-doa Sholawat Nabi seperti tertulis dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah. Dalam lembaran sholawat wahidiyah juga terdapat kaifiyah cara dan adab / tatakrama dalam mengamalkannya. Pengamalan dan penyiarannya sejak tahun 1963. Muallif Sholawat Wahidiyah adalah al-Mukarrom Kyai Al-Haj Abdoel Madjid Ma’roef. Beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo, Desa Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur. Sholawat Wahidiyah berfaedah menjernihkan hati, dan ma’rifat sadar kepada Alloh dan Rosul-NYA. Alhamdulillah, bifadlillahi warohmatih wabisyafaa’ati Rosuulillahi mereka yang mengamalkan Sholawat Wahidiyah sesuai dengan bimbingan yang benar mendapatkan karunia berupa hati lebih jernih, batin lebih tenang, jiwa lebih tentram. Selain itu mereka semakin bertambah banyak sadar kepada Alloh ma’rifat Billah wa Rosuulihi, di samping mendapatkan kemudahan dalam berbagai keperluan. Sholawat Wahidiyah tidak termasuk dalam kategori jamiyah Thoriqoh, tetapi berfungsi sebagai thoriqoh dalam arti “JALAN” menuju sadar kepada Alloh wa Rosuulihi. Mengamalkan Sholawat Wahidiyah tidak ada syarat-syarat / ketentuan khusus yang mengikat. Tetapi dalam pengamalannya harus dengan adab tatakrama hudlur dan yakin kepada Alloh, mahabbah dan ta’dhim kepada Rosululloh . Sholawat Wahidiyah, seperti sholawat-sholawat yang lain, siapa pun boleh mengamalkan, tanpa syarat adanya sanad atau silsilah. Hal ini dikarenakan sanad dari segala sholawat adalah Shohibus Sholawat itu sendiri, yakni Rosululloh . Sholawat Wahidiyah telah diijazahkan secara mutlak oleh Muallifnya untuk diamalkan dan disiarkan dengan ikhlas tanpa pamrih dan bijaksana, kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dan golongan. Mujahadah adalah sebutan dari pengamalan Sholawat Wahidiyah.
Abdul Rosyid Agama Saturday, 18 Jun 2022, 1421 WIB Pengertian Dan Manfaat Sholawat Wahidiyah - Sholawat Wahidiyah atau lebih dikenal dengan Wahidiyah tentunya tidak lepas dari manfaat sholawat Wahidiyah itu sendiri, dalam kesempatan ini akan kami jelaskan apa itu pengertian dan manfaat dari Sholawat Wahidiyah. Pada kesempatan kali ini berusaha memperjelas apa itu Sholawat Wahidiyah dan manfaatnya, karena Pada umumnya umat masyarakat masih belum seberapa tahu tentang apa itu Wahidiyah yang masih dianggap aneh dan asing didengar baik oleh orang islam maupun selain agama Islam yaitu Agama Hindu, Agama Budha, Agama Kristen Protestan, Agama Katolik, Agama Kong Hu Cu khususnya agama yang ada di Negara Indonesia dan umumnya Agama yang ada di Negara Luar Negeri dan juga ada yang mengatakan bahwa Wahidiyah Sesat dan menyesatkan. Pada zaman yang serba gampang dan mudah mencari informasi tentunya orang yang ingin mengetahui dan kenal apa itu Sholawat Wahidiyah dia cari melawati Internet sebagai salah satu mencari info tercepat tetapi tidak bisa dijadikan pedoman kalau yang informasi yang ada di internet itu benar 100 % maka harus dibutuhkan kejelian dan kebenaran dalam membaca informasi dan tidak asing dan aneh bila masih banyak yang tidak mengetahui sebenarnya apa itu manfaat Sholawat wahidiyah atau apa itu Wahidiyah sebagaimana di atas. Sebelum kita sampaikan tentang Manfaat Sholawat Wahidiyah pada umumnya, tidak ada salahnya mengupas apa itu Sholawat Wahidiyah terlebih dulu agar pemahaman kita tentang Manfaat Sholawat Wahidiyah lebih jelas dan gampang untuk di fahami oleh kita semua. SHOLAWAT WAHIDIYAH Pengertian Sholawat Sholawat menurut bahasa sangatlah tidak asing bagi orang islam bahwa dalam Kitab Rowaai’ Al-Bayan Tafsiiru Ayat Al-Ahkaam, katya beliau Muhammad Ali Al-Shabuuny yang berada di jus 2 halaman 364 “Sholawat” menurut arti bahasa mempunyai arti “do’a”, “kasih sayang”, “memuliakan dan memuji”. Adapun Pengertian Sholawat menurut istilah sangat beraneka ragam sesuai dengan pandangan para ulama dalam mendefinisikan Sholawat itu sendiri. Sebagian Ulama berpendapat bahwa Sholawat Allah Shubhanahu Wa Ta'ala kepada Nabi Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam adalah memuliakan dan memuji beliau. Sholawat dari Allah Shubhanahu Wa Ta'ala kepada Kanjeng Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa penambahan rohmat dan kemuliaan rohmat ta’dhim, sedangkan sholawat kepada selain Beliau SAW bagi orang mu’min berupa rohmat dan maghfiroh kasih sayang dan ampunan. Adapun Sholawat Malaikat kepada Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa permohonan rahmat dan kemuliaan kepada Allah bagi Beliau SAW, dan yang kepada selain Beliau Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam bagi orang mu’min berupa permohonan rohmat dan maghfiroh. Itulah pengertian Sholawat pada umumnya yang sudah masyhur dikalangan umat Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Pengertian Wahidiyah Sebelum kita lanjutkan pada pembahasan tentang Manfaat Sholawat Wahidiyah itu sendiri mari kita pahami apa itu Wahdiyah. Menurut arti bahasa, kalimat “وَاحِدٌ” artinya ESA. الوَاحٍِدُ" artinya “Yang Maha Esa”. Kemudian kata الوَاحِدُ ditambah dengan بَاءُ النِّسْـبَة dan huruf “ta’ marbuthoh”, sehingga menjadi الوَاحِدِيّــَة berarti “yang mengesakan”. Kata الوَاحٍِدُ identik dengan kata الاحَدُ yang maksudnya berarti “المـُنْفَردُ”, yaitu tiada yang menyamai bagi-Nya atau tiada bersama lain-Nya. Nama “WAHIDIYAH” diambil dan tabarukan dari dan kepada Asmaul-A’dhom “Al-WAAHIDU” yang terdapat di dalam rangkaian Sholawat yang pertama ”ALLOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD” dan seterusnya. Kata “WAHIDU” artinya “SATU”, Satu tidak terpisahkan lagi. Mutlak satu, azalan wa-abadan. Satunya Alloh tidak seperti satunya makhluk. Diantara khowasnya “WAAHIDU”, seperti disebutkan dalam kitab Sa’aadaatud Daraini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya kurang lebih “AL-WAAHIDU” termasuk Asma Allah Yang Agung Amaa-ul-A’dhom yang barang siapa berdoa dengan kalimah itu akan diijabahi dan barang siapa memohon dengan kalimah itu maka akan dikabulkan. Para ahli haqiqat mengatakan bahwa diantara khowasnya hasiatnya “AL-WAAHIDU” yaitu menyembuhkan rasa kebingungan, rasa rupek, rasa gelisah dan susah dalam hati. Barang siapa membacanya dengan sepenuh hati hudlur sebanyak 1000 x, maka dia dikarunia Allah SWT tidak mempunyai rasa takut dan khawatir kepada makhluk, sedangkan takut kepada makhluk itu adalah sumber dari bencana dunia dan akhirat. Lembaran Sholawat Wahidiyah/DPP PSW Pengertian Sholawat Wahidiyah Dari penjelasan di atas tentunya bisa kita fahami apa itu Sholawat Wahidiyah, dalam hal ini coba kita lihat pengertian Sholawat Wahidiyah dari Anggaran dasar Penyiar Sholawat Wahidiyah itu apa. Pengertian Sholawat Wahidiyah sesuai Anggaran Dasar Penyiar Sholawat Wahidiyah Sholawat Wahidiyah sebagaimana dalam Anggaran Dasar Penyiar Sholawat Wahidiyah AD PSW Masa Khidmah 2016-2021 pada BAB 1 tentang Pengertian Umum Pasal 1 Ayat 1 yaitu - Sholawat Wahidiyah adalah serangkaian doa Sholawat Nabi Shollallohu alaihi wasallam sebagaimana tertulis di dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk cara dan adab pengamalannya. - Sholawat Wahidiyah, alhamdulillah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dikaruniai berbagai manfaat dan faedah, antara lain dan terutama berfaedah menjernihkan hati, membuahkan ketenangan batin dan ketenteraman jiwa, serta peningkatan daya ingat/ sadar/ ma’rifat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa dan Rosul-Nya Shollallohu alaihi wasallam. - Sholawat Wahidiyah mempunyai kandungan berupa suatu sistem yang disebut “AJARAN WAHIDIYAH”. - Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah lahir dan mulai disiarkan pada Kamis Kliwon malam Jum’at Legi 10 Mei 1963 M / 16 Dzulhijjah 1382 H dan telah diijazahkan secara mutlak oleh Muallif Rodliyallohu anhu, untuk diamalkan dan disiarkan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dengan ikhlas tanpa pamrih dan dengan bijaksana. Yang dimaksud Sholawat Wahidiyah yang tertulis dalam lembaran Sholawat Wahidiyah sebagaimana pada gambar berikut. Lembaran Sholawat Wahidiyah Sholawat Wahidiyah menurut Prof. Dr. Nur Syam, Adapun pendapat yang berbeda tentang Sholawat Wahidiyah sebagaimana yang diutarakan oleh Prof. Dr. Nur Syam, bahwa Sholawat Wahidiyah merupakan interpretasi terhadap Islam yang dilakukan secara genius oleh pendirinya dan ditransformasikan secara terus menerus sehingga menjadi habitualisasi di dalam kehidupan sehari-hari. Sholawat Wahidiyah merupakan tasawuf lokal yang menjadi ajang bagi para penganutnya untuk memenuhi gelegak keilahian dan menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan spiritual yang tidak ada habis habisnya. Ia menjadi medium untuk mengekspresikan gelegak ketuhanan dan kulminasi pengalaman keilahian yang tak kunjung henti. Itulah pengertian daripada Sholawat Wahidiyah yang masih sedikit orang mengetahuinya, maka dalam kesempatan ini juga menjelaskan tentang Manfaat Sholawat Wahidiyah itu sendiri. Tentunya Sholawat Wahidiyah atau Membaca sholawat banyak sekali dasarnya baik di dalam Al Qur'an, Hadist dan juga pendapat para Ulama, maka dalam kesempatan kali ini sebelum kita lanjutkan tentang manfaat Sholawat Wahidiyah terlebih dulu apa dasar daripada membaca Sholawat. DASAR DAN HUKUM MEMBACA SHOLAWAT Dasar mengamalkan atau membaca sholawat kepada Baginda Nabi kita Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam adalah firman Allah Shubhanahu Wa Ta'ala dalam Surat Al-Ahzab, ayat 56 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Artinya kurang lebih “Sesungguhnya ALLOH dan para Malaikat-Nya membaca sholawat kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam; Wahai orang-orang yang beriman bacalah sholawat dan sampaikan salam sebaik-baiknya kepadanya" QS. 33 Al-Ahzab, 56. Sholawat dari Allah Shubhanahu Wa Ta'ala kepada Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa penambahan rohmat dan kemuliaan rohmat ta’dhim. Sedangkan yang kepada selain Baginda Nabi SAW berupa rahmat dan maghfiroh kasih sayang dan ampunan. Adapun sholawat para Malaikat yang kepada Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa permohonan rohmat dan kemuliaan kepada Alloh bagi Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam, dan yang kepada selain Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa permohonan rohmat dan maghfiroh. Mengenai kedudukan hukumnya membaca sholawat, ada beberapa pendapat dari para Ulama. Ada yang mengatakan wajib bil ijmal, ada yang mengatakan wajib satu kali semasa hidup dan ada yang berpendapat sunnah. Pendapat yang paling masyhur adalah sunnah muakka-dah. Akan tetapi membaca sholawat pada tahiyat akhir dalam sholat hukumnya wajib oleh karena sudah menjadi sebagai rukunnya sholat. Bagi kita para pengamal Sholawat Wahidiyah dan pada umumnya kita kaum mukminin dan kaum muslimin, disamping memperhatikan pendapat para Ulama tentang kedudukan hukum membaca sholawat seperti di atas, yang lebih penting lagi adalah menyadari dengan konsekwen bahwa membaca sholawat kepada Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam merupakan kewajiban moral dan keharusan budi nurani tiap-tiap manusia lebih-lebih kita kaum mukminin, Sebab Pertama ; kita diperintah membaca sholawat seperti ayat tersebut di atas. Ke dua ; kita semua berhutang budi kepada Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam yang tidak terhitung banyak dan besarnya dhohiron wa bathinan syar’an wa haqiqatan. Ke tiga ; faedah dan manfa’at bacaan sholawat kembali kepada yang membaca. Bahkan disamping pembaca sendiri - keluarga, masyarakatnya dan makhluq-makhluq lain juga ikut merasakan manfaat dan barokahnya bacaan sholawat. Manfaat dan barokah yang luas sekali, baik untuk kepen-tingan di dunia maupun di akhirot. Manfaat lahir dan manfaat batin, manfaat materiil dan manfaat sepiritual. Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW sendiri tidak berkepentingan dan tidak tergantung kepada bacaan sholawat dari ummatnya. Adanya perintah membaca sholawat, justru manfaatnya kembali kepada ummat sendiri, untuk mengangkat derajat, untuk meningkatkan iman, taqwa dan mahabbah-nya kepada ALLOH Wa ROSUULIHI Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Adapun dasar dari Membaca Sholawat Wahidiyah sebagaimana penjelasan yang utarakan tentang Dasar dan Hukum Membaca Sholawat di atas. FAEDAH DAN MANFAAT BACAAN SHOLAWAT WAHIDIYAH Faedah dan Manfaat membaca atau Bacaan Sholawat termasuk Sholawat Wahidiyah ada banyak sekali Sabda Rosul Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam yang menerangkan fadlilah atau keutamaan dan manfaat membaca sholawat pada umumnya. Dan juga banyak Hadits yang memberi peringatan dan bahkan kecaman terhadap mereka yang lengah dan kurang perhatian terhadap bacaan sholawat. Adapun Manfaat dan Hadits-hadits yang menerangkan tentang Faedah atau keutamaan dan Manfaat membaca Sholawat antara lain seperti di bawah ini Sebagia Resep Obat Penyakit Nifaq Sesuai Sabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya Kurang lebih “Barang siapa membaca sholawat kepadaku satu kali, maka ALLOH membalas sholawat kepada-nya sepuluh kali; dan barang siapa membaca sholawat kepadaku seratus kali, maka ALLOH menulis di antara kedua matanya “bebas dari munafiq dan bebas dari neraka”, dan ALLOH menempatkannya besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para syuhadak”. Riwayat Thabrani dari Anas bin Malik RA Dari Hadist di atas kita bisa fahami bahwa betapa besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dengan bacaan sholawat kepada Nabi SAW. Satu kali dibalas sepuluh kali; sepuluh kali dibalas seratus kali, dan seratus kali membaca sholawat dicatat dan dijamin bebas dari nifaq dan bebas dari neraka, disamping digolongkan dengan para Syuhadak. Bahkan lebih dari itu. Sholawat dari ALLOH Shubhanahu Wa Ta'ala kepada hamba-NYA jauh lebih berharga, tidak dapat diperbandingkan dengan bacaan sholawat dari para hamba-NYA. “Nifaq” adalah penyakit mental yang sudah menjadi wabah masyarakat mental epidemi. Seseorang yang ter-jangkit penyakit nifaq disebut “Munafiq”. Penyakit terse-but jika tidak diadakan penanggulangan dan pengobatan pasti akan membawa kehancuran dan kesengsaraan ummat manusia. Sebab di dalam sifat nifaq itu tersimpan “nuklir jahat” yang sangat besar potensialnya dan paling dahsyat dampak kehancurannya. Lebih dahsyat dari bom nuklir di Hirosima, Jepang. Energi potensialnya yang jahat itu tidak hanya bisa menghancurkan satu kota atau satu negara, tetapi bahkan mampu menghancurkan dunia seisinya ! Sebagaimana Firman Alloh Shubahanahu Wa ta'ala dalam Surat ke 30 Ar-Rum ayat 41 yang arinya kurang lebih “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya ALLOH merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” 30-Ar-Rum 41. Meyakini akan kebenaran hadits di atas, kita sebagai orang mukmin seharusnya berani dengan konsekwen menjadikan bacaan sholawat kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam sebagai “resep obat penyakit nifaq” yang bersarang di dalam hati kita masing-masing. Kita dan keluarga kita. Bahkan bagi kita dan bagi ummat masyarakat. Itulah salah satu manfaat daripada Membaca Sholawat termasuk Sholawat Wahidiyah Kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Membaca Sholawat termasuk Sholawat Wahidiyah sebagai amal kebagusan, sebagai penghapus keburukan dan sebagai pengangkat derajat bagi pembacanya Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya Kurang lebih “Ya benar, telah datang kepadaku seorang pen-datang dari Tuhanku kemudian berkata “Barang-siapa diantara ummatmu membaca sholawat kepadamu satu sholawat, maka sebab bacaan sholawat tadi ALLOH menuliskan baginya sepuluh kebaikan dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan, dan membalas sholawat kepadanya sepadan dengan shalawat yang ia baca” Imam Ahmad dari Abi Thalhah Al-Anshory. Dengan hadits nomor di atas ini seharusnya lebih mantap perhatian kita terhadap bacaan sholawat kepada Nabi kita Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Dalam hadits disebutkan bahwa membaca sholawat sebagai amal kebagusan, sebagai penghapus keburukan dan sebagai pengangkat derajat bagi pembacanya, yakni derajat di sisi dan menurut pandangan ALLOH Shubhanahu Wa Ta'ala. Lebih utamanya manusia di sisi Nabi Muhammad Sholalohu 'Alaihi Wa Sallam besok pada hari qiyamat Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya Kurang lebih “Sesungguhnya lebih utamanya manusia di sisi-Ku besok pada hari qiyamat ialah mereka yang lebih banyak membacanya sholawat kepadaku”. Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud Seluruh ummatnya Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaiihi Wa Sallam tentu ingin dirinya berada dekat dengan Rosululloh Sholallohu 'Alaiihi Wa Sallam lebih-lebih besok pada yaumul qiyamah. Apakah kita sudah konsekwen dengan keinginan itu ? Artinya ; bagaimana usaha kita agar supaya berada dekat dengan Rosululloh SAW ? Marilah kita perhatikan hadits di bawah ini!. Membaca Sholawat bermanfaat diberkan kedudukan yang istimewa oleh Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya kurang lebih “Barang siapa yang lebih banyak di antara kamu sekalian bacaan sholawat-nya kepadaku, dialah yang lebih dekat kedudukan-nya dengan aku” Al-Baihaqy dari Abi Umamah Sekalipun hadits tersebut menggunakan kalam khabar, akan tetapi tekanannya adalah kalam insya’ yang memberi jaminan atau garansi. Membaca Sholawat bermanfaat atau berfungsi sebagai istighfar dan pemperoleh Jaminan Maghfiroh dari Alloh SWT. Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya “Bacalah kamu sekalian sholawat kepadaku, maka sesungguh-nya bacaan sholawat kepadaku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian; Dan barang siapa membaca sholawat kepadaku satu kali, maka ALLOH memberi sholawat kepadanya sepuluh kali”. Riwayat Ibnu Abi ’Ashim dari Anas bin Malik RA Dari hadits tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berfungsi sebagai istighfar dan memperoleh jaminan maghfiroh dari ALLOH SWT. Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya “Perbanyaklah bacaan shoalawat kepadaku ; karena sesungguhnya bacaan sholawatmu kepadaku itu merupakan maghfiroh atas dosa-dosa kamu sekalian, dan carilah kedudukan dan wasilah kepadaku . Hadits Riwayat Ibnu Asakir dari Hasan Bin Ali Ra. Sholawat sebagai pengawal Do'a dan sebagai pembersih amal Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya “Bacaan sholawatmu kepadaku itu merupakan pengawal bagi do’amu dan meridlokan Tuhanmu, serta sebagai pembersih amal-amalmu”. Riwayat Ad-Dailami dari Sayyidina Ali, Karromalloohu Wajhah. Sholawat sebagai kunci pembuka hijab Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya “Segala macam doa terhijab terhalang / tertutup, sehingga diawali dengan pujian kepada ALLOH Azza wa Jalla dan bacaan sholawat kepada Nabi SAW kemudian berdo’a, maka do’a itu diijabahi". An-Nasa-i dari Abdullah bin Yasar RA Dari hadits tersebut jelas bahwa bacaan Sholawat kepada Nabi SAW merupakan “kunci pembuka hijab” bagi do’anya hamba kepada ALLOH SWT dan menjadi jaminan terkabulkannya suatu do’a. Dengan kata lain berdo’a kepada ALLOH SWT yang tidak disertai atau yang tidak mengandung sholawat Nabi SAW tidak bisa sampai kepada ALLOH. Jangankan dikabulkan. Mendatangkan baginya seratus macam hajat kebutuhannya Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya “Barang siapa membaca sholawat kepadaku tiap hari 100 seratus kali maka ALLOH mendatangkan baginya seratus macam hajat kebutuhannya; yang 70 macam untuk kepentingan akhiratnya, dan yang 30 macam untuk kepentingan di dunianya”. Dikeluarkan oleh Ibnu Mandah dari Jabir RA. Sudah barang tentu kita tidak boleh menyalahgunakan hadits tersebut dengan menganggap cukup memperbanyak bacaan sholawat saja tanpa berusaha atau ikhtiar dalam soal-soal yang kita diwajibkan berusaha atau berikhtiar. Sama sekali tidak boleh. Suu-ul adab dan beri’tikad buruk. I’tikad buruk kepada ALLOH SWT WAROSUULIHI SAW Kita tetap diwajibkan berusaha, bekerja dan melaksana-kan bidang-bidang yang menjadi tugas kewajiban kita dengan setepat mungkin dan sesempurna-sempurnanya. Istilah di dalam Wahidiyah harus “YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH” . Atas dasar hadits tersebut itulah antara lain di dalam pengamalan Sholawat Wahidiyah 40 hari ada bagian sholawat yang harus dibaca 100 kali, yaitu sholawat yang pertama ALLOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD Dengan demikian tidak perlu diragukan bahwa banyak persoalan-persoalan / problema hidup dan bermacam-macam hajat atau kepentingan dikaruniai jalan keluar setelah mengamalkan Sholawat Wahidiyah selama 40 hari. Sebelum meninggal melihat tempatnya di Surga Bersabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Artinya “Barang siapa membaca sholawat kepadaku setiap hari seribu kali dia tidak akan mati sehingga dia melihat tempatnya di surga”. HR. Adl-Dliya’ dari Anas bin Malik RA. Kita juga tidak boleh menyalahgunakan hadits nomor ini ! Akan tetapi kita harus yakin kebenaran hadits tersebut dan seharusnya berusaha merealisir keyakinan kita itu demi meningkatkan iman dan taqwa serta mahabbah kita kepada ALLOH WA ROSUULIHI Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam ! Itulah sedikit banyak uraian tentang Pengertian dan Manfaat Sholawat Wahidiyah yang kami utarakan di dari buku-buku Wahidiyah diantaranya Buku Kuliah Wahidiyah, Tuntunan Mujahadah dan Acara-Acara Wahidiyah, Artike Beliau K. Zainuddin Tamsir Madiun dan sebagainya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadikan tambah mantab dan yakinnya untuk memperbanyak membaca Sholawat Wahidiyah. lembaranwahidiyah sholawatwahidiyah manfaatsholawatwahidiyah Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Agama
- Sholawat adalah bacaan doa yang bermakna permohonan kepada Allah agar memberikan rahmat untuk Nabi Muhammad, sebagai bentuk penghormatan. Sementara Talbiyah adalah sebuah kalimat yang diucapkan jamaah haji sejak berniat. Kalimat Talbiyah yaitu Labbaik Allahumma Labbaik. Dalam buku Fiqih Lima Madzhab, pembacaan kalimat talbiyah dan sholawat dilakukan sejak berniat ibadah haji ihram dan disunnahkan untuk terus membacanya sampai melempar jumrah Aqabah. Berikut tulisan kalimat Talbiyah, Sholawat, dan doa selengkapnya. Sholawat Talbiyah لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ Labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan nimata laka wal mulk, la syarika lak. Artinya, “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.” Sholawat Setelah membaca bacaan Talbiyah dilanjutnya dengan membaca sholawat. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد Allahumma shalli wa sallim ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammadin. Artinya, “Ya Allah berilah kesejahteraan dan keselamatan atas Junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya”. Doa Setelah membaca Sholawat, kemudian membaca doa sebagai penutup sholawat. اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. Allahumma inna nas’aluka ridhaka wal Jannah, wa naudzu bika min sakhatika wan nar. Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar. Artinya, “Ya Allah sungguh kami memohon ridha dan surga-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”
sholawat wahidiyah dan artinya